P2G Soroti Wacana Bahasa Prancis di Kurikulum Sekolah
Satriwan berharap pernyataan Presiden terkait bahasa Prancis tidak muncul secara reaksioner atau tanpa pertimbangan mendalam. Menurutnya, pendidikan memiliki esensi sebagai usaha sadar dan terencana untuk membentuk karakter serta kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, setiap kebijakan kurikulum harus disusun melalui proses yang matang.
“Pendidikan itu usaha sadar dan terencana untuk membangun dan membentuk karakter anak-anak bangsa,” jelasnya.
Ia menilai perencanaan menjadi unsur penting agar kebijakan pendidikan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat maupun satuan pendidikan. Kebijakan pendidikan tidak dapat diputuskan secara tiba-tiba karena harus memiliki dasar yang kuat dari berbagai aspek.
Satriwan menekankan perlunya pertimbangan filosofis, pedagogis, dan sosiologis sebelum pemerintah menetapkan arah baru dalam kurikulum nasional. Bagi P2G, jika pemerintah ingin memperluas pembelajaran bahasa asing di sekolah, langkah tersebut perlu dituangkan dalam perencanaan yang jelas agar tidak dipandang sekadar sebagai pernyataan diplomatik semata.
Artikel Terkait
Mitsubishi Destinator: SUV 7 Penumpang dengan 11 Storage Kabin untuk Keluarga Modern
Pimpinan Padepokan Padang Ati Tersangka Kekerasan Seksual Santriwati, Bantah Tuduhan dan Terancam 12 Tahun Penjara
Raffi Ahmad Plontos Usai Haji, Momen Haru Cukur Rambut dan Nasihat Bahlil Lahadalia
Viral! Pulau Katang Kepri Dijual Rp65 Miliar, Begini Faktanya Menurut Pemerintah