PDIP Kritik Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah: Kurikulum Jangan Diputuskan Spontan

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:25 WIB
PDIP Kritik Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis di Sekolah: Kurikulum Jangan Diputuskan Spontan

Djarot menegaskan perlunya kajian komprehensif dari kementerian terkait sebelum instruksi tersebut diterapkan. Pemerintah, menurutnya, harus memetakan secara jelas mana bahasa asing yang bersifat wajib dan mana yang bersifat pilihan bagi siswa.

“Maka perlu kajian secara mendalam, bahasa-bahasa asing yang harus dikuasai oleh anak-anak kita itu apa? Yang wajib apa? Yang pilihan apa?” tegasnya.

Sebagai solusi, Djarot mengusulkan agar bahasa Inggris tetap menjadi bahasa asing utama yang wajib dikuasai oleh siswa. Sementara itu, bahasa asing lainnya seperti Prancis, Belanda, Mandarin, Jepang, Spanyol, atau Portugis dapat diposisikan sebagai pilihan sesuai minat siswa atau kebutuhan masing-masing sekolah.

“Bolehlah yang wajib misalkan bahasa Inggris. Pilihannya boleh Prancis, Belanda, Mandarin, Jepang, Spanyol, atau Portugis. Serahkan itu kepada usernya (sekolah). Kementerian harus melakukan kajian apa yang paling penting untuk diajarkan kepada anak-anak kita,” pungkas Djarot.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menginstruksikan peningkatan pembelajaran bahasa Prancis di semua jenjang sekolah di Indonesia. Hal ini seiring dengan meningkatnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis (28/5/2026). “Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo.

Kepala Negara menambahkan bahwa kerja sama Indonesia dan Prancis saat ini terus meningkat di sektor pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan perdagangan. Ia juga menyebut hubungan bilateral kedua negara berada di titik terbaik dan berterima kasih kepada Macron atas dukungannya dalam mempercepat peningkatan kerja sama tersebut.

“Kita ingin tingkatkan kerjasama ini, meningkatkan investasi di kedua negara,” pungkasnya.


Halaman:

Komentar