Penyebab ledakan bom diduga kuat akibat kelalaian manusia (human error). Berdasarkan kesaksian warga, beberapa orang mencoba menggergaji atau membongkar bom peninggalan perang untuk diambil bahan peledaknya. Rencananya, bahan tersebut akan digunakan sebagai bom ikan.
"Berdasarkan informasi dari warga sekitar, ada dugaan masyarakat di sekitar TKP mencoba menggergaji bom tersebut. Rencananya (bahan peledak) akan dijadikan bom ikan," ungkap Kapolres.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Tim gabungan dari Satreskrim Polres Biak Numfor dan Brimob telah melakukan sterilisasi area serta memasang garis polisi untuk mengamankan radius bahaya. Proses olah TKP berlangsung ketat untuk mengantisipasi potensi ledakan susulan.
Tim SAR gabungan dikerahkan secara maksimal di sekitar reruntuhan untuk mencari tiga korban yang masih hilang. Masyarakat diimbau untuk menjauh dari lokasi demi kelancaran evakuasi dan keamanan bersama. Insiden ini menjadi pengingat bahaya benda-benda sisa perang yang masih tersembunyi di berbagai wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri