Qodari juga membeberkan bahwa pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron tidak hanya bersifat seremonial. Berbagai agenda strategis dibahas untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
"Dan ada banyak aspek kerjasama yang dibahas di sana. Mulai dari alutsista sampai ke logam (tanah) jarang," kata Qodari.
Ia menambahkan, reputasi dan jaringan internasional Prabowo yang luas menjadi modal berharga bagi diplomasi Indonesia. Kedekatan personal dengan sejumlah pemimpin dunia dinilai menjadi faktor yang membuat aktivitas luar negeri Presiden lebih intens.
"Itu merupakan salah satu kelebihan dari Pak Prabowo yang patut kita syukuri. Karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan," jelasnya.
"Sementara negara lain kan belum tentu bisa mendapatkan itu. Saya kira itu sih," sambung Qodari.
Isu Pemborosan Anggaran: Istana Beri Respons Santai
Ketika disinggung mengenai sorotan publik terkait potensi pemborosan anggaran akibat seringnya perjalanan dinas presiden, Qodari menanggapinya dengan santai. Ia meyakini bahwa setiap kunjungan kenegaraan memiliki nilai strategis yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Dengan demikian, Istana memastikan bahwa seluruh aktivitas luar negeri Presiden Prabowo Subianto dilakukan demi kepentingan optimal bagi kemajuan Indonesia di kancah global.
Artikel Terkait
Misteri Kematian Brigadir Anton di Lapas Palangka Raya: Penganiayaan, Kabur, hingga Usulan Pindah ke Nusa Kambangan
Paman di Sijunjung Setubuhi Keponakan SD Puluhan Kali, Korban Dibujuk Nonton Film Porno
Jenazah Ryamizard Ryacudu Tiba di Kemhan, Dimakamkan di TMP Kalibata Hari Ini
Mengenang Jenderal Ryamizard Ryacudu: Kisah Hidup, Karier Militer, dan Warisan Sang Mantan Menhan