Hasto membeberkan sejumlah kebijakan era Jokowi yang dinilainya bermasalah dan membebani negara. Salah satu yang paling disorot adalah penggelontoran Bantuan Sosial (Bansos) secara besar-besaran yang sarat akan kepentingan elektoral.
"Bagaimana saat itu misalnya untuk kepentingan elektoral dipakai belanja Bansos yang begitu besar, dalam hitungan para pengamat-pengamat politik luar itu mencapai lebih dari 13 miliar US dollar," ungkapnya.
Selain Bansos, Hasto juga mengkritik keras proyek-proyek fisik masif yang dikerjakan di era Jokowi. Ia menyebut belanja infrastruktur yang dilakukan tidak memberikan multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat. Beberapa proyek yang disorot termasuk pemindahan ibu kota negara dan kebijakan hilirisasi yang dinilai hanya menguntungkan segelintir oligarki.
"(Termasuk) pemindahan ibu kota, kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki. Ini yang kemudian digugat. Ini kerusakan-kerusakan sistem hukum, sistem politik, sistem demokrasi itu pasti nanti rakyat akan bertanya," imbuhnya.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?