Hasto membeberkan sejumlah kebijakan era Jokowi yang dinilainya bermasalah dan membebani negara. Salah satu yang paling disorot adalah penggelontoran Bantuan Sosial (Bansos) secara besar-besaran yang sarat akan kepentingan elektoral.
"Bagaimana saat itu misalnya untuk kepentingan elektoral dipakai belanja Bansos yang begitu besar, dalam hitungan para pengamat-pengamat politik luar itu mencapai lebih dari 13 miliar US dollar," ungkapnya.
Selain Bansos, Hasto juga mengkritik keras proyek-proyek fisik masif yang dikerjakan di era Jokowi. Ia menyebut belanja infrastruktur yang dilakukan tidak memberikan multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat. Beberapa proyek yang disorot termasuk pemindahan ibu kota negara dan kebijakan hilirisasi yang dinilai hanya menguntungkan segelintir oligarki.
"(Termasuk) pemindahan ibu kota, kebijakan hilirisasi yang ternyata hanya menguntungkan suatu oligarki. Ini yang kemudian digugat. Ini kerusakan-kerusakan sistem hukum, sistem politik, sistem demokrasi itu pasti nanti rakyat akan bertanya," imbuhnya.
Artikel Terkait
Mantan Caleg Gagal Ancam Sebar Foto Syur AI, Paksa Kakek Jadi Korban Konten Asusila
Polda Jateng Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional: Mantan Artis Jadi Model Video Call, Kerugian Rp41 Miliar
Ray Rangkuti Sindir Kinerja DPR: Dari 5D ke 5D Plus Humas Presiden, Fungsi Pengawasan Makin Pudar
Trump dan Partai Republik: Agenda Perampasan Hak Suara dan Serangan Rasis terhadap Warga Afrika-Amerika