Untuk mengunduh mentahan karya tersebut, pengguna harus berlangganan paket Premium. Situs Magnific menawarkan paket berlangganan dengan harga promosi €10,50 (sekitar Rp185 ribu) per bulan, ditagihkan secara tahunan. Harga ini merupakan diskon 30 persen dari harga normal €15 per bulan.
Dengan biaya langganan tersebut, pelanggan mendapatkan akses ke lebih dari 250 juta stok aset premium di platform. Paket ini juga membekali pengguna dengan fasilitas pengeditan berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang komprehensif.
Fasilitas pengeditan bawaan mencakup fitur Retouch, Resize, Remove BG, hingga Generate Images. Pelanggan juga mendapatkan 240 ribu kredit per tahun untuk mengakses berbagai model AI terbaru, seperti Google Nano Banana, Seedream, dan Flux.
Sejak awal, desain garuda pada template tersebut memiliki cacat visual yang menyalahi konstitusi, yaitu ketidaksesuaian jumlah helai bulu pada sayap, ekor, dan leher yang tidak mencerminkan angka 17-8-1945.
Temuan warganet ini memantik reaksi keras dan cibiran dari publik. Banyak pihak menyayangkan bagaimana lembaga setingkat kementerian yang menyandang nama "badan riset" bisa bertindak ceroboh dan tidak profesional. Bukti dari situs Magnific ini mempertegas dugaan bahwa tim kreatif dan penyunting di internal BRIN tidak melakukan riset dasar, pengecekan fakta, atau quality control sebelum mempublikasikan konten kenegaraan.
Alih-alih membuat desain orisinal atau merevisi template instan agar sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, pihak pengelola media sosial BRIN justru menelan mentah-mentah gambar dari penyedia aset digital pihak ketiga. Hingga berita ini diturunkan, temuan netizen tersebut terus menjadi bahan perbincangan panas yang mempertanyakan standar operasional prosedur di ranah kehumasan instansi pemerintah.
Artikel Terkait
Cegah Pubertas Dini pada Anak: Mulai dari Perencanaan Kehamilan dan Hindari Paparan BPA
Prabowo Copot Tiga Pejabat BGN Termasuk Lodewijk dan Sony
Prabowo Reshuffle Badan Gizi Nasional: 3 Catatan Evaluasi Kinerja Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Ijazah Jokowi P21: Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidangkan