"Setelah saya pimpin, konflik intoleransi sudah makin redup. Insya Allah, Jawa Barat adalah provinsi yang terbuka. Coba lihat, provinsi mana yang seterbuka Jawa Barat?" kata dia.
KDM menegaskan bahwa hanya Jawa Barat yang benar-benar terbuka bagi masyarakat dari luar daerah. Oleh karena itu, label "bar bar" tidak pantas disematkan pada provinsi ini.
"Tidak ada kata 'bar' untuk Jawa Barat. Buktinya, semua orang bisa hidup di sini dengan nyaman," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak pernah terjadi konflik antar suku di Jawa Barat, sehingga pernyataan Abu Janda terbantahkan oleh kehidupan masyarakat yang harmonis. Dedi menyebut bahwa masalah intoleransi yang muncul biasanya hanya terkait konflik rumah ibadah.
"Yang sering jadi sorotan adalah konflik rumah ibadah. Tapi itu pun bisa diselesaikan dengan pendekatan yang harmonis," jelasnya.
Dedi Mulyadi optimis bahwa semua permasalahan dapat diselesaikan dengan semangat harmoni dan kebersamaan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Jawa Barat.
Artikel Terkait
Cegah Pubertas Dini pada Anak: Mulai dari Perencanaan Kehamilan dan Hindari Paparan BPA
Prabowo Copot Tiga Pejabat BGN Termasuk Lodewijk dan Sony
Prabowo Reshuffle Badan Gizi Nasional: 3 Catatan Evaluasi Kinerja Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Ijazah Jokowi P21: Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidangkan