MULTAQOMEDIA.COM – Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya. Keputusan ini diambil setelah Presiden memantau dan mengevaluasi kinerja BGN selama kurang lebih 1,5 tahun. Banyaknya permasalahan dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan utama di balik pergantian pimpinan ini.
Pemerintah secara terbuka mengungkapkan sederet catatan negatif yang menjadi dasar pencopotan tersebut. Mulai dari kurangnya disiplin dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP), tata kelola lembaga yang tidak optimal, hingga masalah kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal ini saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6) malam. Ia menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap kinerja BGN.
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan dalam satu setengah tahun ini," ujar Prasetyo Hadi.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri