Pada tanggal 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot Sony dari jabatannya. Belum genap sehari dicopot, Kejagung menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi program MBG. Kisah ini berubah dari film motivasi menjadi film Tom and Jerry versi anggaran negara.
Momen Kabur dan Penangkapan
Saat penyidik datang ke rumah para tersangka di pagi buta, dua tersangka lain berhasil ditemukan tanpa drama. Namun, giliran ke rumah Sony? Kosong. Sony menghilang. Entah sedang wisata spiritual, inspeksi awan, atau survei kualitas kasur hotel. Penyidik akhirnya menemukan Sony di sebuah hotel di Jawa Barat. Seorang mantan jenderal polisi yang biasa mengejar buronan, kini justru menjadi orang yang dikejar. Untungnya, beberapa jam kemudian Sony berhasil diamankan.
Kasus Korupsi dan Kenaikan Harta Spektakuler
Kasus yang menyeretnya berkaitan dengan dugaan jual beli titik SPPG dan dugaan afiliasi dengan yayasan-yayasan tertentu. Yang membuat publik terkejut adalah LHKPN Sony tahun 2025 tercatat sekitar Rp906 juta, namun setahun kemudian menjadi Rp12,9 miliar. Kenaikan yang sangat spektakuler.
Momen Epik Sebelum Pencopotan
Yang paling epik adalah sekitar satu jam sebelum pencopotan, Sony tampil di podcast membantah tuduhan. Dengan penuh keyakinan beliau bersumpah tidak terlibat. Satu jam kemudian, nasib berkata lain. Dari Wakil Kepala BGN menjadi tersangka, dari ruang rapat menjadi ruang pemeriksaan.
Kesimpulan
Kisah Sony Sonjaya mengajarkan satu hal berharga: jabatan tinggi bukan sayap malaikat, pangkat besar bukan jimat anti-borgol. Setinggi apa pun seseorang terbang, jika hukum memanggil, akhirnya tetap harus mendarat.
Artikel Terkait
Penahanan Tersangka di KUHAP Baru 2025: Momentum & Mekanisme Perubahan Status dari Bebas ke Ditahan
Prabowo Peringatkan Pejabat Antikorupsi, Mantan Kepala BGN Tersangka Kasus MBG
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Dadan Hindayana dan Dua Eks Wakil Kepala BGN Resmi Ditahan Kejagung Atas Korupsi Program Makan Bergizi Gratis