Menurut Aris, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya telah berangkat bekerja sejak pagi hari.
Lingkungan sekitar rumah juga relatif sepi pada siang hari karena sebagian besar warga sedang beraktivitas di luar.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Jenar bersama tim identifikasi Polres Sragen langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas memasang garis polisi dan memeriksa sejumlah barang bukti di sekitar rumah korban. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kronologi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudo Praseno, membenarkan adanya dugaan tindak kekerasan dalam kasus kematian bocah tersebut.
"Yang jelas, kami menemukan adanya dugaan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun untuk motif dan detail kejadian masih dalam proses pendalaman," ujar AKP Catur Agus Yudo Praseno.
Selain mendalami dugaan kekerasan terhadap korban, penyidik juga menyelidiki informasi hilangnya satu unit sepeda motor milik keluarga yang sebelumnya berada di rumah tersebut.
Polisi belum dapat memastikan apakah hilangnya kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban atau tidak. Seluruh kemungkinan masih didalami dalam proses penyelidikan.
Hingga Jumat malam, polisi masih memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tragis yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban. Keluarga dan warga sekitar tampak syok atas meninggalnya bocah yang dikenal pendiam dan baru sekitar tiga bulan tinggal di lingkungan tersebut bersama orang tuanya.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung