Dalam unggahan tersebut, Teddy membandingkan harga BBM RON 92/95 di sejumlah negara Asia Tenggara. Di Filipina, harga BBM tercatat sekitar Rp 22.158 per liter. Kemudian, Laos Rp 31.945 per liter, Thailand Rp 28.910 per liter, Myanmar Rp 25.085 per liter, dan Singapura mencapai Rp 42.971 per liter.
Sementara itu, Malaysia menerapkan kebijakan berbeda. Harga BBM RON 95 bersubsidi di negara tersebut dibanderol RM 1,99 atau sekitar Rp 8.800 per liter. Sedangkan, harga BBM RON 95 nonsubsidi bagi warga asing mencapai RM 3,72 atau setara Rp 16.450 per liter.
Teddy menegaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi, sehingga penetapan harganya mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. "Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia," jelas Teddy.
Di sisi lain, pemerintah memastikan belum ada kenaikan harga untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Meskipun harga minyak global meningkat akibat perang Iran dengan Amerika Serikat serta Israel, harga Pertalite masih bertahan di level Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter.
"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kejagung Beri Sinyal Keras: Sony Sonjaya Belum Tentu Dapat Status Justice Collaborator di Kasus Korupsi MBG
Ketua BEM UGM 2025 Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Sebut Bentuk Intimidasi
Pengamat Peringatkan Prabowo: Gelombang Protes Bisa Picu Reformasi 1998 Jilid II
Pengusaha Tersangka! Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Jadi Tambak Udang, Negara Rugi Rp32 Miliar