MULTAQOMEDIA.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kenaikan harga BBM jenis Pertamax dalam beberapa hari terakhir.
PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) mulai Rabu (10/6). Harga Pertamax sebelumnya Rp 12.300 per liter kini naik menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
"Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain," ujar Teddy dalam unggahan di akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Minggu (14/6).
Artikel Terkait
Sopir Alphard Arogan Hantam Motor Ojol Lansia dengan Batu Bata di Jakarta Selatan, Polisi Turun Tangan
Oknum Guru Madrasah di Bangkalan Cabuli 6 Siswi, Polisi Amankan Pelaku dan Buka Peluang Korban Lain
Gempa NTT M 7,7: 40.040 Warga Mengungsi, 11.925 Rumah Rusak, dan 70 Jiwa Meninggal Dunia
BEM UI Protes 8 Tuntutan di Hari Kemerdekaan: Hentikan Penjajahan oleh Negara Sendiri