"Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan, dipasang entah oleh siapa," tegasnya.
Tiyo menilai peristiwa ini sebagai bentuk intimidasi terhadap individu atau kelompok yang kerap menyuarakan kritik kepada pemerintah. Menurutnya, tindakan semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi yang sehat.
"Tapi yang jelas ini adalah suatu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa," ujarnya dengan nada tegas.
Meskipun mengaku mendapat tekanan, Tiyo menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menyurutkan sikap kritisnya. Ia berkomitmen untuk terus menyampaikan kritik demi perbaikan bangsa.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor," pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri