"Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan, dipasang entah oleh siapa," tegasnya.
Tiyo menilai peristiwa ini sebagai bentuk intimidasi terhadap individu atau kelompok yang kerap menyuarakan kritik kepada pemerintah. Menurutnya, tindakan semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam sistem demokrasi yang sehat.
"Tapi yang jelas ini adalah suatu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa," ujarnya dengan nada tegas.
Meskipun mengaku mendapat tekanan, Tiyo menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menyurutkan sikap kritisnya. Ia berkomitmen untuk terus menyampaikan kritik demi perbaikan bangsa.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kejagung Beri Sinyal Keras: Sony Sonjaya Belum Tentu Dapat Status Justice Collaborator di Kasus Korupsi MBG
Seskab Teddy: Harga Pertamax di Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Asia Tenggara Lain
Pengamat Peringatkan Prabowo: Gelombang Protes Bisa Picu Reformasi 1998 Jilid II
Pengusaha Tersangka! Alih Fungsi 7 Hektar Lahan Sawah Jadi Tambak Udang, Negara Rugi Rp32 Miliar