Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa beberapa pendemo yang diamankan hanya ikut serta dalam aksi demonstrasi tanpa afiliasi dengan kelompok tertentu. Meski demikian, penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap peran masing-masing individu dalam aksi ricuh tersebut.
Penyidik Polrestabes Surabaya kini tengah memeriksa handphone para pendemo guna mengetahui jaringan komunikasi dan motif di balik demonstrasi yang berujung ricuh. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada aktor intelektual di balik kerusuhan.
Empat Tersangka Terancam Pasal Perusakan dan Pelemparan
Keempat tersangka diduga terlibat langsung dalam aksi perusakan pagar dan pelemparan batu saat demonstrasi berlangsung. Mereka kini ditahan dan dijerat dengan pasal tindak pidana perusakan dan pelemparan.
"Mereka ditangani unit reskrim dengan dugaan pasal tindak pidana perusakan dan pelemparan batu," tegas Kombes Pol Luthfie.
Enam Pendemo Positif Narkoba Diserahkan ke BNN
Sementara itu, enam pendemo yang positif mengonsumsi narkoba tidak diproses dalam perkara kerusuhan. Mereka langsung diserahkan ke BNN Kota Surabaya untuk menjalani rehabilitasi sesuai hasil pemeriksaan medis.
Polisi memastikan penanganan kasus demo ricuh di Gedung Grahadi tetap berjalan transparan dan profesional. Penyidik masih mengumpulkan keterangan tambahan guna mengungkap secara utuh kronologi serta penyebab utama kericuhan.
Diketahui, aksi demonstrasi di Gedung Negara Grahadi Surabaya sebelumnya berakhir ricuh. Massa diduga merusak pagar gedung dan melakukan pelemparan kepada aparat yang berjaga di lokasi.
Artikel Terkait
Dokter Icha Meninggal Dunia Usai Diduga Diintimidasi Anggota DPRD Saat Tangani Pasien Gigitan Ular
Nikkei 70.000: Ancaman Black Swan dan Gray Rhino di Balik Rekor Pasar Saham Jepang
Jokowi Blusukan di Lampung, Akhiri Safari Politik dengan Traktir Jajanan dan Temu Kangen Teman Kuliah
Cara Kerja Live Match Update IPL: Panduan Skor, Statistik, dan Analisis Real-Time