Brigjen Iwan Resmi Ditahan
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.
"Kepada yang bersangkutan telah dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. Kepada yang bersangkutan disangkakan Pasal 12 huruf a, huruf b, huruf e, Undang-Undang Pemberantasan Tipikor juncto KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023," jelasnya.
Profil Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan
Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan merupakan alumnus Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1994. Perwira tinggi Polri kelahiran Nusa Tenggara Barat pada 22 Januari 1972 ini baru saja memperoleh kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal polisi.
Karier kepolisian Lalu Muhammad Iwan diawali di Korps Brimob dengan sejumlah penugasan di wilayah Kalimantan Barat. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian di Polda Bengkulu sebelum bertugas di Polda Metro Jaya dengan menempati berbagai jabatan strategis.
Selama berdinas di jajaran kewilayahan, ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolsek Metro Setiabudi, hingga Kapolres Dharmasraya di Polda Sumatera Barat.
Tidak hanya berkarier di satuan kewilayahan, Lalu Muhammad Iwan juga mengemban sejumlah posisi di lingkungan Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, serta Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat.
Pengalaman tugasnya juga mencakup berbagai penugasan berskala nasional maupun internasional. Ia pernah ditunjuk sebagai liaison officer (LO) pada ASEAN Games 2018, LO Polri untuk KPU RI, serta terlibat dalam pengamanan Pemilu Jepang pada 2019.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Lalu Muhammad Iwan merupakan lulusan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen). Ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk di Italia, Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing.
Atas dedikasinya selama bertugas di institusi Polri, ia menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun, Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun, serta Satyalancana Seroja.
Namun, setelah lebih dari 30 tahun berkarier di kepolisian, perjalanan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan kini memasuki fase yang berbeda. Ia harus menghadapi proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang ditangani Kejagung.
Artikel Terkait
Polisi Aktif Aniaya, Cekoki Narkoba, dan Siram Air Keras ke Wanita 30 Tahun
Karya Jurnalistik Jadi Barang Bukti Pidana, IJTI dan Pakar Hukum Sebut Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers
Rekonstruksi Sadis Taufik Hidayat: Terekam Pukul Kepala Yuvita dengan Golok Saat Mabuk
Novel Bamukmin Jadi Komisaris PT Hotel Indonesia Natour? Ini Fakta dan Rekam Jejaknya