"Kita harus memiliki sistem pajak yang lebih baik," lanjut Burchett.
Anggota Kongres AS lainnya, Jonathan Jackson, juga menyuarakan kritik serupa terhadap potensi tarif pajak tinggi atas hadiah kemenangan Spanyol.
"Ini salah, dan ini menyoroti masalah yang lebih besar," kata Jackson.
Jackson juga mengkritik sistem kode pajak AS secara keseluruhan. Ia berargumen bahwa perusahaan seharusnya membayar pajak lebih besar dibandingkan pekerja biasa. Menurutnya, situasi ini adalah contoh klasik dari kegagalan sistem perpajakan di AS.
"Mereka (perusahaan) seharusnya membayar pajak daripada memanfaatkan celah pajak. Masyarakat dan para pekerja keras seharusnya tidak membayar 30 persen pajak dari pendapatan mereka," tegas Jackson.
Sementara itu, anggota Kongres AS, Burgess Owens, setuju bahwa potongan pajak 30 persen atas hadiah Spanyol terlalu tinggi. Namun, ia memanfaatkan momen ini untuk menyoroti pentingnya penyelenggaraan Piala Dunia di AS. Sebagai mantan pemain NFL, Owens menceritakan bagaimana Piala Dunia berhasil menarik minatnya terhadap sepak bola, olahraga yang sebelumnya tidak pernah ia gemari.
"Saya sangat menghargai sepak bola sekarang. Saya pikir ini akan menjadi terobosan besar bagi banyak anak-anak kita. Jadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada presiden (Donald Trump) dan semua pihak yang mewujudkan ini. Sayangnya, begitulah kenyataan di negara kita yang penuh pajak ini," pungkas Owens.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri