Kendati memahami alasan di balik pemasangan pagar, Pramono tetap meminta agar seluruh pagar yang telah ditinggikan segera dibongkar. Ia menilai kekhawatiran yang berlebihan justru dapat menimbulkan kesan tidak kondusif dan mengganggu kenyamanan publik.
"Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan guna menjaga stabilitas dan ketertiban di Ibu Kota. Sinergi antara TNI, Polri, dan unsur penegak hukum lainnya akan terus diperkuat demi memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
"Dan saya sebagai Gubernur Jakarta koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta. Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta," ungkap Pramono menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri