Permintaan Maaf Resmi dari MC Booth Newport
Sebagai seorang MC, Ega menyadari bahwa dirinya memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara pribadi atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut.
"Melalui pesan ini pula, saya menegaskan bahwa pihak brand tidak memiliki sangkut paut atas kejadian tersebut," kata Ega. Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga baginya sebagai seorang profesional.
"Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan. Kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi saya sebagai MC, dan semoga hal seperti ini tidak terulang kembali," pungkas Ega.
Viral di Media Sosial dan Kecaman Tokoh Agama
Sebelumnya, brand minuman keras Newport mendapat sorotan tajam setelah video seorang pengunjung membacakan ayat suci Al-Qur'an di booth mereka beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pengunjung membaca ayat Alquran yang diduga surah Ad Dhuha, kemudian mendapat sorakan dari orang-orang di sekitar booth dan disebut memperoleh minuman keras sebagai hadiah.
Video tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama. Ustaz Hilmi Firdausi menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengecam kejadian tersebut. Ia menilai penggunaan pembacaan ayat Al-Qur'an dalam aktivitas yang terkait promosi minuman keras tidak semestinya dilakukan dan berpotensi menyinggung sensitivitas keagamaan.
"Untuk Brand Miras Newport, kalian sudah kelewatan, membuat promosi hafal ayat Al-Qur'an ditukar sama Miras. Segera klarifikasi dan minta maaf. Ini sudah masuk ranah penistaan agama!" tulis Hilmi Firdausi, dikutip Selasa (11/8).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam setiap acara brand, terutama yang melibatkan interaksi langsung dengan publik. Kejadian challenge baca Alquran berhadiah miras ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam mengelola acara agar tidak menyinggung nilai-nilai agama dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.
Artikel Terkait
Trump Umumkan Kesepakatan Bersejarah Hamas, Netanyahu Langsung Menolak: Sandiwara Perdamaian Timur Tengah yang Absurd
Yaqut Cholil Qoumas Bantah Terima Rp1 dari Korupsi Kuota Haji: Dakwaan Jaksa KPK Hanya Asumsi
UGM Buka Suara soal Skripsi Jokowi: Cetak Sebagian Halaman di Luar Kampus Hal Lumrah di Era 1980-an
Kronologi Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal: Kirim Foto Makanan dan Duduk di Depan Rumah Febrie Adriansyah