Kabar Duka Datang Lewat Telepon
Keluarga mulai curiga ketika menerima telepon berulang kali dari nomor Sutrimo pada pukul 08.00 WIB. Namun, telepon tersebut baru diangkat pada pukul 08.30 WIB dan ternyata berasal dari teman Sutrimo yang mengabarkan kabar duka.
"Tahu-tahu pukul 08.00 WIB ada telepon dari nomor HP Sutrimo, berkali-kali, baru diangkat pukul 8.30 WIB. Ternyata itu temannya, mengabarkan Pak Sutrimo sudah tidak ada," ujar Aan.
Sutrimo Tampak Bahagia Sebelum Meninggal
Yang menjadi sorotan adalah kondisi Sutrimo yang terlihat ceria dan bahagia selama periode 19 hingga 23 Juli. Ia sempat mengirim foto saat dibelikan parfum oleh ajudan Febrie Adriansyah dan makan di Soto Blok M.
"Dari tanggal 19 sampai tanggal 23 itu happy-happy aja. Sempat ngirim foto bahwa dia (Sutrimo) baru dibeliin minyak wangi sama ajudannya Pak Febri, makan di Soto Blok M," kata Aan.
Penemuan Jasad dan Proses Hukum
Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026). Jenazahnya langsung dimakamkan di kampung halamannya pada malam hari yang sama. Keluarga kemudian melaporkan kematiannya ke Polresta Banyumas untuk memastikan penyebab pasti kematian almarhum.
Diketahui, Sutrimo pernah bekerja di rumah mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, yang saat ini tengah menghadapi kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Polisi juga telah mengangkut satu sepeda motor dari lokasi kejadian sebagai bagian dari penyelidikan kasus ini.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri