Pengibaran Bendera Borneo Raya di Sanggau: Protes Ketimpangan Infrastruktur dan Dana Bagi Hasil yang Memicu Aksi Lanjutan di HUT RI

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:25 WIB
Pengibaran Bendera Borneo Raya di Sanggau: Protes Ketimpangan Infrastruktur dan Dana Bagi Hasil yang Memicu Aksi Lanjutan di HUT RI

Pengibaran Bendera Borneo Raya di Sanggau: Protes Ketimpangan Infrastruktur dan Dana Bagi Hasil

Momentum Bulan Kemerdekaan yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan rakyat atas pemenuhan infrastruktur dasar dan keadilan sosial, justru menyisakan ironi ketimpangan di Kalimantan. Di tengah perayaan kemerdekaan, pengibaran Bendera Merah-Kuning-Biru atau Bendera Borneo Raya di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mencuat sebagai bentuk protes terbuka masyarakat daerah terhadap sistem pembagian hasil sumber daya alam yang dinilai meminggirkan kawasan luar Jawa.

Aksi Protes Bukan Gerakan Separatisme

Aksi pengibaran atribut kultural tersebut ditegaskan oleh Aliansi Borneo Raya Menggugat bukan sebagai gerakan separatisme, melainkan medium kritik atas lambannya respons pemerintah pusat terhadap berbagai tuntutan mendasar masyarakat Kalimantan. Urgensi penggunaan simbol kain tiga warna sebagai sarana penyampaian aspirasi dipaparkan secara tertulis oleh perwakilan aliansi.

"Kami ada, kami punya identitas, dan kami ingin didengar. Ketika suara tak lagi didengar, bendera dipilih untuk berbicara," demikian pernyataan tertulis Aliansi Borneo Raya Menggugat.

Sejarah Bendera Borneo Raya dan Identitas Kultural Dayak

Secara historis, bendera tiga warna ini merupakan simbol identitas kultural yang berakar dari Partai Dayak bentukan F.C. Palaunsoeka dan Oevang Oeray pada 30 November 1945, yang kerap dikenal sebagai Bendera Dayak Besar. Akar kegelisahan ekonomi-politik yang mendorong meluasnya pengibaran bendera tersebut dibeberkan langsung oleh inisiator gerakan.

"Saya yang memprakarsai dari awal dulu perjuangan untuk khusus bendera Borneo Raya ini sebagai bentuk protes kita kepada pemerintah atas ketidakadilan pembangunan," tegas Inisiator Pengibaran Borneo Raya, Andreas.


Halaman:

Komentar

Terpopuler