Kisah Wafa Ahdina Mundur dari Unhan: Pilih Pertahankan Hijab daripada Jadi Taruna
MULTAQOMEDIA.COM - Kisah Wafa Ahdina, calon mahasiswa baru Universitas Pertahanan (Unhan) RI, menjadi sorotan publik setelah ia mengungkapkan alasan di balik keputusan besarnya untuk mengundurkan diri. Padahal, Wafa telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi ketat untuk masuk program studi Kedokteran di Fakultas Kedokteran Militer Unhan RI tahun 2026. Keputusan sulit ini diambilnya setelah dihadapkan pada pilihan yang memaksanya untuk melepas hijab atau meninggalkan kampus impiannya tersebut.
Kisah inspiratif ini pertama kali dibagikan Wafa melalui akun Instagram pribadinya, @pawnotes, pada Rabu, 18 Agustus 2026. Dalam unggahannya, ia menceritakan secara runtut perjalanan panjangnya mengikuti seleksi Unhan hingga akhirnya memutuskan untuk mundur demi mempertahankan prinsip dan keyakinannya.
Awal Mula Perjalanan: Tanpa Rencana, Berawal dari Dorongan Sang Ibu
Menariknya, keikutsertaan Wafa dalam seleksi Unhan bukanlah bagian dari rencana awalnya. Saat itu, ia tengah fokus mempersiapkan berbagai ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Namun, sang ibu yang memiliki keinginan kuat agar salah satu anaknya menjadi tentara, mengirimkan informasi mengenai pendaftaran mahasiswa baru Unhan.
Ketertarikan Wafa akhirnya muncul setelah ia mengetahui adanya program studi Kedokteran Militer yang prestisius. Rasa penasaran dan keinginan untuk menggapai cita-cita menjadi dokter pun mendorongnya untuk mencoba mendaftar. Ia kemudian menyiapkan seluruh persyaratan administrasi dan memulai perjalanan panjangnya melewati serangkaian seleksi yang ketat dan berlapis.
Lolos Hingga Tahap Akhir: Dari Tes Administrasi Hingga Tingkat Pusat
Dalam unggahannya, Wafa memaparkan secara detail tahapan seleksi yang berhasil ia lalui. Ia sukses melewati seleksi administrasi, Tes Kemampuan Dasar (TKD), tes psikologi, hingga tes tingkat daerah. Kegigihan dan kemampuannya membawanya terus melangkah hingga memperoleh kesempatan emas untuk mengikuti tahapan seleksi tingkat pusat.
Usaha kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Wafa dinyatakan diterima di program studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer Unhan RI. Namun, kabar gembira tersebut justru menjadi awal dari dilema besar yang harus segera ia hadapi. Kelulusan yang seharusnya membahagiakan itu berubah menjadi titik balik yang memaksanya mengambil keputusan paling sulit dalam hidupnya.
15 Jam Menjadi Bagian dari Kadet Mahasiswa Unhan
Wafa mengungkapkan bahwa dirinya sempat resmi menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 Unhan RI. Namun, status yang ia sandang hanya bertahan sangat singkat, yakni sekitar 15 jam. Ia menceritakan pengalaman berada di lingkungan kampus sebelum akhirnya memilih untuk meninggalkan proses tersebut.
"Ya, saya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, jurusan Kedokteran, fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam," tulis Wafa dalam unggahannya. Keesokan paginya, ia mengambil keputusan berani untuk walk out dan menandatangani surat pengunduran diri. "Karena keesokan paginya, saya walkout and signed the resignation letter instead of the contract agreement," ucapnya menegaskan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri
Hilirisasi ala Prabowo Dinilai Belum Cukup, DPR Tekankan Empat Agenda Koreksi demi Industrialisasi Nasional yang Mandiri