Ahok Ledek Wacana Pilkada DPRD: "Mengambil Hak Rakyat! Sistem Ini Memang Dibuat untuk Curang!"
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali menyoroti wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dalam podcast Curhat Bang dari Denny Sumargo, Ahok menegaskan bahwa wacana tersebut merupakan langkah mundur dan bentuk perampasan hak konstitusional rakyat.
Ahok secara tegas menyatakan, "Makanya ketika orang memaksakan harus kembali ke DPRD, ini kan pertama mengambil hak rakyat." Pernyataannya ini menanggapi gagasan sejumlah pihak yang menginginkan kepala daerah dipilih oleh anggota DPRD, bukan secara langsung oleh masyarakat.
Ahok Beberkan Praktik Transaksi di Balik Pilkada DPRD
Ahok mengungkapkan, model pemilihan melalui DPRD di masa lalu identik dengan praktik politik uang, lobi tertutup, dan transaksi suara. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai bukti bahwa pemilihan seperti itu tidak mencerminkan aspirasi publik, melainkan kepentingan elite yang memiliki modal.
"Di DPRD itu semua bisa diatur!" ujarnya, menggambarkan kerentanan sistem lama terhadap manipulasi.
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI