6 Wajah Diduga Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam di Tabanan, Polisi Didesak Segera Bertindak

- Minggu, 26 Juli 2026 | 16:00 WIB
6 Wajah Diduga Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam di Tabanan, Polisi Didesak Segera Bertindak

Kronologi Peristiwa Main Hakim Sendiri

Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat dini hari di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Korban yang berinisial KD diduga tepergok saat mencuri seekor ayam aduan. Dugaan pencurian ini memicu kemarahan sejumlah warga yang mengaku resah akibat maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut. Akibatnya, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan hingga meninggal dunia. Tak hanya itu, sepeda motor yang digunakan korban juga dilaporkan dibakar oleh massa.

Kasus ini menjadi perhatian publik yang lebih luas setelah video prosesi pemakaman korban viral di media sosial. Tangisan anak bungsu korban saat mengantar jenazah sang ayah berhasil mengundang simpati dan keprihatinan dari banyak pihak.

Ni Luh Djelantik: Tidak Ada Pembenaran untuk Menghilangkan Nyawa

Anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik, turut menyoroti peristiwa ini. Melalui unggahan di Instagram, ia menegaskan bahwa dugaan pencurian tidak bisa dijadikan alasan pembenar untuk menghilangkan nyawa seseorang. "Terlepas dari dugaan bahwa korban mencuri ayam, tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan tindakan menghakimi seseorang hingga kehilangan nyawa. Seorang istri kehilangan suami, anak-anak kehilangan ayahnya. Kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah, justru melahirkan korban baru dan meninggalkan luka yang panjang," tulis Ni Luh Djelantik.

Ia juga menyatakan dukungannya agar Polda Bali mengusut tuntas kasus ini secara adil dan transparan. Menurutnya, seluruh pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Terkait dengan keluarga yang ditinggalkan, Relawan 10 Ribu Mimpi telah berkolaborasi dengan Ni Luh Djelantik melakukan penggalangan dana untuk keluarga almarhum. Jika ada hal-hal yang dapat kami lakukan untuk meringankan beban istri dan anak-anak, kami selalu ada untuk mereka," tulisnya.

Ni Luh Djelantik juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian terhadap keluarga korban. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban istri dan anak-anak korban di tengah duka mendalam yang mereka alami.


Halaman:

Komentar