MULTAQOMEDIA.COM -Suasana di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat petang, 29 Agustus 2025, semakin mencekam ketika ribuan massa aksi bertahan meski aparat terus menembakkan gas air mata.
Saling dorong dan balasan petasan dari massa membuat situasi maju-mundur tanpa henti. Kondisi semakin sulit karena sinyal telepon seluler di sekitar lokasi terbatas.
Massa yang terkena paparan gas air mata tampak sesak dan terhuyung, namun beruntung ada relawan ambulans yang sigap memberi pertolongan dengan oksigen.
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI