Aspek lain yang disorot adalah ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan, padahal sebelumnya disebutkan akan hadir dan membawa ijazah asli. Muslim Arbi menduga hal ini merupakan bagian dari perubahan strategi pihak terkait. "Bisa jadi melihat jalan persidangan... ternyata malah mangkir alias tidak berani hadir di Pengadilan," tuturnya.
Perubahan Sikap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis
Dinamika lain yang menjadi sorotan adalah perubahan sikap aktivis Eggi Sudjana yang belakangan bertemu dengan Jokowi bersama Damai Hari Lubis (DHL). Pasca pertemuan tersebut, Eggi disebut memecat sejumlah aktivis dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk Muslim Arbi yang mengaku masih menjabat sebagai Ketua TPUA.
Lebih lanjut, Muslim mengkritik sikap Eggi yang dinilai berbalik 180 derajat. "Eggi yang selama ini dikenal publik paling keras serang Jokowi malah berbalik memuji-mujinya," ujarnya. Terkait isu transaksi politik di balik perubahan sikap ini, Muslim menyatakan hal tersebut sulit dibuktikan secara langsung, namun terdapat indikasi yang kuat. "Cukup menjadi indikasi kuat bahwa Eggi dan tentu DHL telah 'dibeli' oleh Jokowi," tegasnya.
Proses Hukum Diprediksi Tetap Berjalan
Meski dengan berbagai dinamika dan perubahan sikap yang terjadi, Muslim Arbi meyakini proses hukum terkait dugaan ijazah palsu Jokowi akan terus berjalan dan tidak mudah dihentikan. Ia menyatakan keyakinannya bahwa kebenaran kasus ini akan tetap terbongkar dan publik tidak akan menerima kebohongan yang ditutup-tutupi.
Artikel Terkait
SBY Usul Sidang Darurat PBB: Ancaman Perang Dunia 3 Makin Nyata?
Gerakan Rakyat Dukung Anies Baswedan Capres 2029, Target Jadi Partai Politik di 2026
Gibran Santai Tanggapi Roasting Pandji di Mens Rea: Lucu, Nomor Satu di Netflix
Meutya Hafid Didesak Mundur dari Menkominfo, Gagal Berantas Judi Online?