Tanggung Jawab Moral Tokoh Publik
Petisi Ahli menegaskan bahwa seorang tokoh publik, terutama yang pernah menduduki jabatan strategis negara, memiliki tanggung jawab moral dan etik untuk menjaga narasi publik agar tidak memecah belah institusi negara.
"Kritik terhadap Polri adalah sah dan dilindungi hukum, sepanjang dilakukan secara objektif, proporsional, dan berbasis fakta," jelas Pitra Nasution.
Latar Belakang Pernyataan Kontroversial
Kritik ini muncul menyusul beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan Gatot Nurmantyo. Dalam video tersebut, ia menyebut pernyataan Kapolri yang menyatakan siap mundur menjadi petani jika Polri tidak lagi di bawah Presiden sebagai bentuk ancaman.
“Itu yang disampaikan Kapolri itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahasa intimidasi. Ini puncak dari tiga kali pembangkangan kebijakan terhadap negara oleh Kapolri,” kata Gatot Nurmantyo dalam video yang viral tersebut.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Kritik Jokowi di Rakernas PSI: Strategi Playing Victim Saat Sakit?
Prabowo Subianto Temui Siti Zuhro & Susno Duadji: Bahas Pemilu dan Hukum di Pertemuan Malam
Jokowi Pasca Jabatan: Dukung PSI & Kontroversi Ijazah Palsu yang Mengguncang
Prabowo Subianto Bahas Kebocoran Anggaran Rp 5,7 Triliun dengan Tokoh Oposisi