Analisis Pernyataan Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi atau Sinyal Politik?
Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode menuai beragam tafsir. Pengamat menilai pernyataan ini bukan dukungan murni, melainkan mengandung pesan politik berlapis yang perlu dicermati.
Pola Komunikasi Politik Jokowi yang Sering Berkebalikan
Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, mengingatkan publik untuk memahami pola komunikasi politik Jokowi yang kerap menunjukkan kontradiksi antara ucapan dan realitas.
"Kalau kita baca rekam jejaknya, pernyataan Jokowi sering kali justru kebalikan dari apa yang kemudian terjadi," ujar Amir Hamzah, Selasa (3/2/2026).
Ia mencontohkan saat Jokowi sebagai Gubernur DKI berulang menyatakan tidak berminat maju pilpres, namun akhirnya mencalonkan diri dan menang pada 2014.
Dukungan untuk Dua Periode dan Skenario Gibran 2029
Amir Hamzah menyebut, pernyataan dukungan dua periode ini tidak bisa dibaca secara harfiah. Di saat bersamaan, Jokowi disebut telah menyiapkan Gibran sebagai calon presiden di Pilpres 2029.
"Justru di saat yang sama, Jokowi disebut telah menyiapkan Gibran sebagai calon presiden 2029. Ini bukan rahasia lagi di kalangan elite," kata Amir.
Dukungan ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas transisi kekuasaan sekaligus menyiapkan peta jalan politik jangka panjang. Dengan pengaruhnya yang masih kuat, Jokowi dinilai memiliki kapasitas untuk melobi partai-partai mengusung Gibran pada 2029.
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Informasi ke Presiden Sering Tak Lengkap: Penyebab dan Dampaknya
Partai Demokrat Pilih Netral Strategis, Fokus Dukung Program Prabowo-Gibran
KKN Jokowi di UGM Dipertanyakan: Koordinator Klaim Tak Kenal Namanya?
Rocky Gerung Kritik Sumbangan Rp17 Triliun untuk BoP Trump Vs Tragedi Anak SD Bunuh Diri