Meski identitas pelaku teror belum diketahui, Siti menegaskan bahwa Badko HMI Jawa Barat tidak akan gentar. Intimidasi ini justru dianggap sebagai bahan bakar semangat bagi organisasi untuk lebih vokal menyuarakan aspirasi.
"Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin 'gacor'," tegas Siti Nurhayati.
Lebih lanjut, Siti menilai pola kekerasan dan intimidasi terhadap penyampaian aspirasi publik adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sangat keliru jika suara rakyat dibalas dengan kekerasan fisik maupun psikis.
"Kami sedang mengkaji apakah skemanya berupa demonstrasi atau aksi dalam bentuk lain. Intinya, semakin disiram, semakin tak padam," pungkas Ketua Badko HMI Jabar tersebut.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H: Jadwal, Lokasi, dan Proses Penetapan Idul Fitri 2026
Mahfud MD Kritik Program Makan Bergizi Gratis: Soroti Potensi Korupsi & Kurang Transparan
Restorative Justice Rismon Sianipar: Relawan Prabowo-Gibran Soroti Kedewasaan Politik
Mantan Ketua PN Depok Gugat KPK Praperadilan: Uji Sah Penyitaan Rp2,5 M Pasca OTT Suap