Meski identitas pelaku teror belum diketahui, Siti menegaskan bahwa Badko HMI Jawa Barat tidak akan gentar. Intimidasi ini justru dianggap sebagai bahan bakar semangat bagi organisasi untuk lebih vokal menyuarakan aspirasi.
"Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin 'gacor'," tegas Siti Nurhayati.
Lebih lanjut, Siti menilai pola kekerasan dan intimidasi terhadap penyampaian aspirasi publik adalah bentuk nyata kemunduran demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sangat keliru jika suara rakyat dibalas dengan kekerasan fisik maupun psikis.
"Kami sedang mengkaji apakah skemanya berupa demonstrasi atau aksi dalam bentuk lain. Intinya, semakin disiram, semakin tak padam," pungkas Ketua Badko HMI Jabar tersebut.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019