“Bung Karno turun dengan damai. Pak Harto turun dengan damai. Gus Dur turun dengan damai. Melalui proses, tidak melalui kekerasan,” ujarnya menegaskan.
Prabowo pun mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap percaya pada sistem demokrasi dan konstitusi yang telah dibangun. Dia mengingatkan agar publik tidak terjebak pada ambisi dan ego yang dapat dimanfaatkan oleh kekuatan asing untuk memecah belah dengan politik divide et impera.
Latar Belakang: Seruan Penggulingan di Luar Jalur Formal
Pernyataan Presiden Prabowo ini menanggapi seruan yang disampaikan pengamat Saiful Mujani dalam sebuah forum pada 31 Maret 2026. Dalam video yang viral, Mujani menyerukan konsolidasi masyarakat sipil dan aksi massa untuk menjatuhkan pemerintahan Prabowo.
Alasannya, jalur formal seperti pemakzulan dinilai tidak efektif karena kuatnya dukungan politik pemerintah di parlemen. Ia mendorong tekanan publik sebagai alternatif jalan.
“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu... Bisanya hanya dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, bukan menyelamatkan Prabowo tapi menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” kata Mujani dalam video tersebut.
Dengan pernyataan terbukanya ini, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya pada aturan main demokrasi konstitusional, sembari menutup ruang bagi pergerakan di luar mekanisme resmi yang sah.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq