Kritik Misbakhun ke JK: Analisis Harga BBM Dinilai Tidak Akurat dan Panaskan Suasana
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan kritik tajam terhadap pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mendorong kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut Misbakhun, narasi yang dibangun JK tidak berdasarkan data fiskal terkini dan berpotensi memanaskan situasi di tengah masyarakat.
Analisis JK Dinilai Tidak Updated
Misbakhun menyatakan bahwa analisis JK mengenai kondisi APBN dan harga minyak dunia cenderung kurang updated. Hal ini diduga karena JK tidak lagi memiliki akses langsung terhadap data terkini mengenai kondisi fiskal negara.
"Tidak seharusnya kenaikan harga minyak dunia dipakai untuk memanaskan situasi dengan isu memaksakan kenaikan BBM," tegas politikus Golkar tersebut.
Kepastian Harga BBM Subsidi hingga Akhir 2026
Misbakhun merujuk pada kalkulasi resmi Kementerian Keuangan yang dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Kepastian ini tetap berlaku bahkan dengan asumsi harga minyak dunia mencapai level 100 Dolar AS per barel. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi.
Artikel Terkait
Prabowo: Indonesia Siap Guncang Dunia 2027, Ini Pernyataan Lengkapnya
FKPPI DKI Jakarta Kritik Keras Saiful Mujani: Ajakan Gulingkan Prabowo Inkonstitusional
Prabowo Subianto Buka Suara Soal Impeachment: Tidak Masalah Digulingkan Asal Lewat Jalur Konstitusi
Mahfud MD Tegaskan Kritik ke Prabowo Bukan Makar: Analisis Hak Demokrasi & Check and Balance