Kritik Misbakhun ke JK: Analisis Harga BBM Dinilai Tidak Akurat, Ini Faktanya

- Kamis, 09 April 2026 | 13:25 WIB
Kritik Misbakhun ke JK: Analisis Harga BBM Dinilai Tidak Akurat, Ini Faktanya

Kritik Misbakhun ke JK: Analisis Harga BBM Dinilai Tidak Akurat dan Panaskan Suasana

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memberikan kritik tajam terhadap pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mendorong kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut Misbakhun, narasi yang dibangun JK tidak berdasarkan data fiskal terkini dan berpotensi memanaskan situasi di tengah masyarakat.

Analisis JK Dinilai Tidak Updated

Misbakhun menyatakan bahwa analisis JK mengenai kondisi APBN dan harga minyak dunia cenderung kurang updated. Hal ini diduga karena JK tidak lagi memiliki akses langsung terhadap data terkini mengenai kondisi fiskal negara.

"Tidak seharusnya kenaikan harga minyak dunia dipakai untuk memanaskan situasi dengan isu memaksakan kenaikan BBM," tegas politikus Golkar tersebut.

Kepastian Harga BBM Subsidi hingga Akhir 2026

Misbakhun merujuk pada kalkulasi resmi Kementerian Keuangan yang dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah telah memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kepastian ini tetap berlaku bahkan dengan asumsi harga minyak dunia mencapai level 100 Dolar AS per barel. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi.


Halaman:

Komentar