"Tapi pernyataannya sudah terang-benderang kok. Kalau misalnya besoknya ada yang memakai pernyataan dia untuk turun ke jalan, sudah banyak pasal yang melekat padanya," lanjut Hasan.
Demokrasi Memiliki Batas Tertib Sosial
Hasan Nasbi menambahkan bahwa demokrasi tetap memiliki batas, yaitu tertib sosial. Sistem ini tidak bisa dimaknai sebagai kebebasan absolut tanpa aturan. Ia menegaskan bahwa narasi yang dinilai merusak tatanan sosial dan politik perlu direspons serta dilawan secara terbuka.
"Kalau menurut saya, mereka hari ini berpikir demokrasi itu bebas sebebas-bebasnya. Boleh ngomong apa aja termasuk ngomong kayak gitu. Padahal di atas demokrasi itu harusnya ada namanya tertib sosial," pungkasnya.
Pernyataan Saiful Mujani yang Memicu Kontroversi
Pernyataan akademisi Saiful Mujani tersebut mendadak viral dan memicu kontroversi di ruang publik. Dalam sebuah acara pada 31 Maret 2026, ia melontarkan kalimat yang dinilai banyak kalangan telah melampaui batas kritik politik biasa dan menjurus pada upaya penggulingan kekuasaan.
Dalam video yang beredar luas, Saiful Mujani secara gamblang meragukan efektivitas mekanisme formal seperti impeachment.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019