"2 tahun dia gubernur (DKI), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini. Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (calon wakil presiden pada Pilpres 2014)," terang JK.
JK mengaku sempat enggan menerima tawaran tersebut karena ingin kembali ke kampung halamannya di Makassar. Namun Megawati meyakinkannya, "Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf'. Ya bukan saya minta, bukan," beber JK.
Klarifikasi Soal Video Ceramah dan Isu Ijazah Jokowi
Dalam kesempatan yang sama, JK menanggapi video ceramahnya yang viral dan dituding sebagai penistaan agama. Ia menjelaskan bahwa video tersebut dipotong sehingga konteks aslinya berubah.
JK juga mengaitkan kemunculan video itu dengan laporan yang diajukan terhadap Rismon Hasiholan terkait isu ijazah Jokowi. "Saya tidak menuduh politis, tapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling apa itu berteriak-teriak demo. Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja," kata JK.
JK menegaskan keyakinannya bahwa ijazah Jokowi asli dan meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah tersebut kepada masyarakat untuk mengakhiri polemik.
Pesan Tegas untuk Pendukung Jokowi dan Buzzer
Di akhir pernyataannya, JK menyentil para pendukung Jokowi dan buzzer yang menurutnya perlu mengetahui fakta sebenarnya. "Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," pungkas JK dengan tegas.
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Klaim Jadi Kingmaker Jokowi: Fakta & Kronologi Lengkap Peran Kunci JK
Harga BBM Naik 18 April 2026: Daftar Lengkap & Dampak ke Harga Pokok
KPK Ungkap Dapur Makan Bergizi Gratis Tak Layak, Sebabkan Keracunan
Kasus Andrie Yunus: Motif Dendam Pribadi atau Ada Dalang? Publik Meragukan