Namun demikian, ia menegaskan bahwa isu moralitas yang bersifat personal tidak seharusnya dijadikan bahan kritik politik karena masuk dalam ranah pribadi.
“Yang jadi masalah adalah isu moralitas itu ruangnya adalah res privata. Dalam konteks politik, saya harus mengatakan bahwa hal tersebut keliru,” tuturnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) itu menegaskan kritik terhadap pejabat publik seharusnya difokuskan pada kebijakan dan kinerja yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Karena yang disampaikan adalah hal-hal yang sifatnya privat kepada pejabat yang seharusnya dibahas dalam ruang publik,” pungkasnya.
Selain Dedi Kurnia, diskusi tersebut juga menghadirkan Politikus Partai Ummat Ust Sambo serta pakar hukum pidana Suparji Ahmad sebagai narasumber.
Artikel Terkait
Video Wawancara Sri Bintang Pamungkas Viral: Tuding SBY Homoseksual Kembali Mencuat
Analisis Politik 2025: Damai Hari Lubis Prediksi Perang Dua Kubu dan Dampaknya bagi Rakyat
Harga MinyaKita Tembus Rp22.000, Pengamat Sebut Program Subsidi Gagal dan Minta Pemerintah Usut Tuntas
Menteri Keuangan Purbaya Hardik Anak Buah Zulhas di Sidang Proyek PLTSa Makassar