"Sekaligus merembes kepada kegagalan kinerja Kementerian Perdagangan," sambungnya menegaskan.
Lulusan S2 Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini juga memandang bahwa tekanan dalam tata kelola ekonomi pangan dan energi domestik saat ini memperlihatkan lemahnya pengendalian distribusi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok. Ia menyoroti bahwa harga Minyakita yang seharusnya disubsidi dan dikendalikan pemerintah, justru sudah tidak sesuai HET sebelum adanya rencana kenaikan harga.
"Maka, ketika harga Minyakita yang seharusnya bersubsidi atau dikendalikan oleh pemerintah, tetapi di lapangan sudah tak sesuai dengan HET sebelum terjadi rencana kenaikan," tuturnya.
"Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan pengawasan pasar, rantai distribusi, dan ketidakberdayaan menyelesaikan kemungkinan adanya permainan spekulan," demikian Zulhas menambahkan.
Artikel Terkait
Sikap Diam Seskab Teddy ke Amien Rais Dinilai Wujud Kedewasaan Politik dan Etika
Refly Harun Bongkar Kejanggalan Foto Ijazah Jokowi: Klaim Bukan Sosok Presiden ke-7
Viral Pembubaran Nobar Film Pesta Babi: Dandim Ternate Ungkap Alasan Cegah Konflik SARA
Amien Rais Tak Tuduh Liwath, Idrus Sambo Bela: Itu Penilaian Orientasi Seksual Teddy