"Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH," tutur Mama Sinta yang wajahnya juga terpampang di poster film tersebut.
Ia mengaku sudah tidak berkomunikasi lagi dengan pihak LBH Papua Pusaca setelah peristiwa itu. Bahkan, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyerang pembangunan PSN di Papua.
"Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada," ungkapnya.
Menanggapi pernyataan Mama Sinta, Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau yang akrab disapa Juple, mengaku baru mengetahui bahwa Mama Yasinta disebut mendukung PSN. Menurut Juple, sepanjang pengetahuannya, Mama Sinta tidak pernah menyatakan dukungan terhadap PSN.
“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi, itu informasi dari mana karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” kata Juple.
Artikel Terkait
Jasa PAN ke Prabowo Bikin Zulkifli Hasan Kebal Reshuffle? Ini Analisisnya
Susi Pudjiastuti Desak Prabowo Tertibkan Mafia Perikanan di Tengah Wacana Pembentukan Badan Ekspor
Prabowo Subianto Umumkan Indonesia Resmi Swasembada Pangan dalam 19 Bulan Pemerintahan
Amien Rais Peringatkan Jokowi: Berhenti Cawe-Cawe Politik, Waktu Lebih Perkasa dari Manusia