Jika skenario ini berhasil, peluang putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk kembali maju di Pilpres 2029 akan tetap terbuka. Jamiluddin menegaskan, “(Jika Jokowi terbukti kuat) partai politik dan Prabowo tidak punya pilihan lain selain tetap menjadikan sebagai pendamping Prabowo.”
Selain itu, safari politik Jokowi juga diduga bertujuan mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang pemilu legislatif. Rencananya, Jokowi akan segera diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. “Peningkatan elektabilitas PSI diperlukan sebagai bargaining politik ke Prabowo. Setidaknya hal itu akan digunakan untuk memuluskan Gibran tetap mendampingi Prabowo pada periode kedua,” jelas Jamiluddin.
Namun, Jamiluddin mengingatkan bahwa target ini tidak mudah dicapai. Situasi politik Jokowi kini berbeda dengan saat ia masih menjabat presiden. “Jokowi saat ini bukan lagi menjadi patron, justru sosok yang penuh kontroversial. Pendukung fanatiknya saja sudah banyak yang kecewa, mereka umumnya sudah menolak dan menjauhi Jokowi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Mulai Safari Politik Nasional 2026 dari Lampung, Ini Alasannya
Blusukan Jokowi Tak Berdampak Elektoral untuk PSI dan Gibran, Pengamat: Antusiasme Warga Sudah Tak Berarti
Prabowo Gunakan APBN untuk Sapi Kurban Iduladha 2026: Perspektif Hukum Islam dan Tata Negara
Razman Bongkar Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi: Upaya Melemahkan Dukungan Rakyat