MULTAQOMEDIA.COM - Presiden Prabowo Subianto didesak untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri yang dinilai terlalu sering dan membebani anggaran negara secara signifikan.
Seruan ini disampaikan oleh Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Ia mengaku menyampaikan kritik tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah menerima penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo.
"Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan keluar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," ujar Dino dalam pernyataannya yang dikutip pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini menilai Prabowo merupakan salah satu kepala negara dengan frekuensi kunjungan luar negeri tertinggi sejak menjabat. "Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri," tegasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019
Gibran Duduk di Barisan Menteri Saat Sidang Kabinet, Warganet Berspekulasi
Gibran Duduk di Barisan Menteri Saat Rapat Kabinet, Netizen Spekulasi Posisi Wapres Berubah