MULTAQOMEDIA.COM - Presiden Prabowo Subianto didesak untuk mengurangi frekuensi perjalanan dinas ke luar negeri yang dinilai terlalu sering dan membebani anggaran negara secara signifikan.
Seruan ini disampaikan oleh Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Ia mengaku menyampaikan kritik tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah menerima penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo.
"Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan keluar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," ujar Dino dalam pernyataannya yang dikutip pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat ini menilai Prabowo merupakan salah satu kepala negara dengan frekuensi kunjungan luar negeri tertinggi sejak menjabat. "Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri," tegasnya.
Artikel Terkait
Ancaman Geopolitik Indonesia: Yusril & Pakar Bongkar Kerentanan Negara di Tengah Perebutan Pengaruh AS-China
Analis Ungkap Tujuan Safari Politik Jokowi: Dukung Program Prabowo demi Gibran di 2029
PDIP Tantang Jokowi Pamerkan Ijazah Asli UGM Saat Safari Politik Keliling Indonesia
Buni Yani Desak Jokowi Batalkan Safari Politik Keliling Indonesia: Ijazah UGM Diragukan