Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai lawan-lawan politik Jokowi berada dalam posisi yang tidak mudah menghadapi manuver tersebut. Sebab, sejumlah tokoh yang berpotensi menjadi pesaing politik masih disibukkan oleh tugas pemerintahan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki keleluasaan waktu untuk melakukan manuver politik serupa karena harus fokus menjalankan pemerintahan dan memenuhi janji-janji politiknya kepada rakyat.
Selain Prabowo, sejumlah tokoh lain seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga dinilai sulit melakukan safari politik karena masih terikat tanggung jawab sebagai menteri. Hensat justru melihat mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai salah satu figur yang memiliki ruang lebih besar untuk merespons langkah Jokowi. "Anies Baswedan punya banyak waktu," katanya.
Karena itu, Hensat menilai menarik untuk melihat apakah Anies juga akan melakukan langkah serupa dengan berkeliling Indonesia ketika Jokowi mulai menjalankan safari politiknya. "Nah kita lihat, Jokowi turun gunung, apakah Anies Baswedan turun gunung juga atau tidak. Jokowi keliling Indonesia, Anies Baswedan keliling Indonesia juga atau tidak. Ini akan seru untuk diikuti," tuturnya.
Di sisi lain, Hensat menilai fokus utama Prabowo saat ini tetap pada kinerja pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan memenuhi janji politik kepada masyarakat akan menjadi modal terpenting bagi Prabowo untuk menjaga dukungan publik ke depan. "Kalau Prabowo mau tidak mau konsentrasi memenuhi janji politiknya supaya aman, supaya rakyat bisa pilih dia lagi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Tak Hadir di Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 karena Tidak Dapat Undangan Resmi
Hasto Kritik Pasal 33 UUD 1945: Kekayaan Alam Papua dan Aceh Belum Sejahterakan Rakyat
Hasto Kritik Keras Demokrasi Indonesia: Sistem Hukum Tunduk Kekuasaan, Negara Berubah Otoriter Populis
PDIP Tuding Indonesia Jadi Negara Otoriter Populis di Periode Kedua Jokowi