"Dia harus jaga-jaga kalau 2029 Presidennya bukan Prabowo dan anaknya tidak berhasil menjadi Wakil Presiden Prabowo atau anaknya tidak berhasil menjadi Presiden, maka keselamatan dia dan keluarganya bisa terancam," kata dia.
Ancaman Politik dari Pemerintahan Baru
Lebih lanjut, Hensa menilai bahwa potensi tekanan politik dapat muncul apabila pemerintahan berikutnya mengambil posisi berseberangan dengan Jokowi. Bahkan, tidak ada jaminan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan tetap berada dalam garis politik yang sama dengan Jokowi di masa mendatang.
"Jokowi perlu cari selamat karena bisa jadi dikutak-atik oleh Presiden yang bisa jadi oposisi dirinya jika ia tak melakukan ini, bahkan tidak ada yang bisa menjamin bahwa Prabowo tidak akan menjadi oposisi Jokowi nantinya di 2029," ujarnya.
Strategi Jangka Panjang Jokowi
Hensa berpendapat, langkah Jokowi saat ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan pengaruh politik sekaligus menjaga stabilitas bagi dirinya dan keluarga. Ia mencontohkan peran Jokowi dalam Pilpres 2024 yang berhasil mengamankan posisi politik keluarga.
"Dia sudah berhasil di 2024 menyelamatkan keluarganya melalui dukungan kepada Prabowo dan mendorong Gibran sebagai wakil presiden. Tetapi 2029 bisa saja berubah, sehingga dia harus kembali mencari langkah aman," pungkas Hensa.
Artikel Terkait
Kritik Ratna Sarumpaet ke Nanik S Deyang: Integritas Kepala BGN Dipertanyakan
17 Dubes Asing Tunggu 8 Bulan Serahkan Surat Kepercayaan ke Prabowo, Dino Patti Djalal Angkat Bicara
Seskab Teddy Dinilai Keliru Tanggapi Kritik Dino, Emrus: Itu Tugas Bakom, Bukan Sekretaris Kabinet
Anies Bela Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo: Bukan Diplomat Karbitan