Analisis Hensa: Gangguan pada Teddy Berujung Penangkapan Koruptor?

- Kamis, 04 Juni 2026 | 06:25 WIB
Analisis Hensa: Gangguan pada Teddy Berujung Penangkapan Koruptor?

Namun, di balik kerja kerasnya, Hensa menilai Teddy kerap menjadi sasaran gangguan dari berbagai pihak. "Digangguin sama Pak Amien Rais lah, ada yang menuduh ini lah, ada yang menuduh itu lah," ungkap Hensa.

Sorotan terhadap Teddy semakin memuncak setelah ia menanggapi kritik eks Wamenlu Dino Patti Djalal. Menariknya, Hensa menyadari bahwa tak lama setelah gelombang kritik terhadap Teddy, Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap tiga calon koruptor dan satu orang lainnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/6).

Penangkapan Koruptor sebagai Pengalihan Isu?

Hensa menduga, penangkapan para calon koruptor tersebut mungkin saja sengaja dikaitkan dengan kritik yang dialamatkan kepada Teddy. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengalihkan isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Dengan narasi seperti ini, Hensa secara sinis menilai bahwa Teddy perlu terus "diganggu" ke depannya demi mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. "Kalau memang harus, ada hubungannya, lah, kalau Teddy digangguin, lalu, wah, ini koruptor harus ditangkapi supaya isu berubah, ya, sudah, gangguin Teddy saja," katanya.

Ia meyakini bahwa Teddy akan ikhlas menerima gangguan tersebut jika hasil akhirnya adalah penangkapan para koruptor. "Gua rasa demi Indonesia, Mas Teddy oke-oke saja, tuh. Itu tadi, jadi, dia susah, dia kerja keras digangguin terus. Nah, mendingan kalau kita gangguin, terus koruptor ketangkap, ya, why not," pungkas Hensa.


Halaman:

Komentar