Pemerintah Diminta Lebih Transparan dan Terbuka
Kusfiardi mendesak pemerintah untuk lebih terbuka dalam menjelaskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi, termasuk pelemahan rupiah. Ia menegaskan, jika pemerintah telah memiliki strategi dan rencana penanganan yang matang, maka hal tersebut harus dikomunikasikan secara jelas kepada publik, lengkap dengan target dan indikator keberhasilannya.
"Kami ingin memberi masukan kepada pemerintah. Jangan sampai kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Kalau pemerintah sudah punya rencana, tolong jelaskan dengan baik kepada masyarakat dan tunjukkan indikator keberhasilannya," tegasnya.
Pentingnya Transparansi Data Ekonomi yang Kredibel
Lebih lanjut, Kusfiardi mengingatkan pentingnya transparansi data ekonomi. Pemerintah tidak cukup hanya membantah atau menyatakan bahwa data yang beredar di publik adalah keliru. Pemerintah wajib menghadirkan data pembanding yang kredibel, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
"Jangan hanya mengatakan datanya salah atau keliru. Tunjukkan juga data yang benar. Data itu harus memiliki kredibilitas dan tidak boleh menimbulkan kesan manipulatif karena angka-angka bisa saja direkayasa," tegasnya.
Ia menambahkan, publik membutuhkan ukuran yang jelas dan objektif untuk menilai efektivitas kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, setiap langkah penanganan ekonomi harus disertai indikator yang transparan, terukur, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat terjaga dan perekonomian nasional dapat segera pulih.
Artikel Terkait
Bahlil Viral Lagu MBG, Pengamat: Elektabilitas Melesat ke 2029? Ini Faktanya
Pilpres 2029: Bahlil Lahadalia Siap Hadang Prabowo, Duet dengan Gibran Jadi Kuda Hitam
Said Didu Kritik Pedas Program MBG: 10 Evaluasi Krusial yang Jadi Bom Waktu bagi Pemerintahan Prabowo
Said Iqbal Resmi Dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh