MULTAQOMEDIA.COM - Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan di media sosial. Dalam pernyataannya yang bernada satir, Gigin menyindir gaya komunikasi kepala negara yang dinilainya kerap melantur. Unggahan tersebut langsung memicu perbincangan hangat di kalangan warganet dan menjadi topik yang ramai diperbincangkan.
Dalam unggahannya pada Senin (3/8/2026), Gigin menuliskan kalimat yang berbunyi: "Tugas presiden omon-omon melantur ke sana-kemari. Tugas penjilatnya meluruskan omon-omonnya supaya makin gak jelas." Pernyataan ini merupakan opini pribadi yang berisi kritik terhadap cara Presiden berkomunikasi serta pihak-pihak yang dinilai selalu memberikan pembelaan atas setiap pernyataan kepala negara.
Unggahan tersebut pun menuai beragam respons dari pengguna media sosial. Sebagian warganet mendukung kritik tersebut sebagai bentuk nyata kebebasan berpendapat yang sehat di ruang publik. Namun, tidak sedikit pula yang menilai pernyataan itu terlalu keras dan dianggap kurang konstruktif dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Istilah "omon-omon" sendiri sebenarnya bukan hal baru di ruang publik. Kata tersebut sempat menjadi perhatian luas setelah Presiden Prabowo menggunakannya dalam sejumlah pidato untuk mengingatkan para pejabat agar lebih fokus bekerja dibandingkan sekadar berbicara. Kini, istilah tersebut justru digunakan kembali oleh pengamat untuk menyindir kebijakan dan gaya komunikasi Presiden.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena penting bagi publik untuk menyampaikan aspirasi dan kritik sosial. Kritik yang disampaikan dengan gaya satir seperti ini kerap kali lebih mudah diterima dan menyebar luas di media sosial, sekaligus menjadi cerminan dinamika politik dan opini publik di Indonesia.
Artikel Terkait
Jokowi Disarankan Stop Safari Politik dan Fokus Hadapi Sidang Kasus Ijazah Palsu
Denny Indrayana: Jika Prabowo Jatuh, Gibran Jadi Presiden adalah Malapetaka – Ini 3 Alasan Gibran Harus Mundur
Wakil Kepala Daerah Dianggap Ban Serep, Ketua Komisi II DPR: Depan Dasco Langsung Santun
Skenario Gibran Gantikan Prabowo: Desakan Publik, Kesehatan, dan Aturan Konstitusi Jika Presiden Mundur