Perjalanan akademis Gibran berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi di Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang bekerja sama dengan University of Bradford. Gibran tercatat menempuh pendidikan di institusi tersebut pada tahun 2007-2010.
Status Kesetaraan Ijazah dan Pengakuan Hukum
Menurut Ade Armando, persoalan utama bukanlah pada ada atau tidaknya ijazah SMA yang diterbitkan oleh sekolah Indonesia. Yang lebih krusial adalah status kesetaraan pendidikan yang telah ditempuh Gibran di luar negeri. Ade menegaskan bahwa pendidikan Gibran telah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah Indonesia.
"Ya setara, dan itu ditetapkan melalui surat keterangan penyetaraan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian konsisten dengan jawabannya sehingga sebenarnya secara hukum tak ada lagi keraguan tentang jenjang pendidikan sekolah menengah yang pernah diikuti Gibran," jelas Ade.
Sayembara Terus Bergulir
Sementara itu, Denny Indrayana terus mendorong publik untuk menunjukkan dokumen pendidikan yang menjadi sasaran sayembara. Ia mengumumkan bahwa sayembara tersebut kini dikampanyekan secara lebih terbuka karena semakin banyak pihak yang ingin berpartisipasi.
"Hadiah Sayembara Ijazah SMA/Sederajat Gibran tembus Rp 2 Miliar. Sekarang sudah saya kampanyekan lebih terbuka, karena banyak yang ingin partisipasi membantu. Bagi yang ingin ikut menyumbang, silakan japri saya. Nama bisa kami rahasiakan, dana tidak perlu ditransfer, cukup komitmen. Kecuali ijazah SMA/sederajat Gibran memang ditunjukkan," ungkap Denny melalui akun X pribadinya.
Artikel Terkait
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
AMI Desak Prabowo Evaluasi dan Reshuffle Kabinet Merah Putih: 90 Persen Menteri Gagal?
PSI Kunci Keberlanjutan Dinasti Politik Jokowi di Pemilu 2029: Analisis Pengamat Militer