"Bila ini ditafsirkan dalam hubungan kelembagaan, maka eksekutif lewat wakil presiden kemudian legislatif dalam hal ini adalah pimpinan DPR itu sedang memiliki hubungan yang mesra sehingga terkait dengan isu pemakzulan dan seterusnya itu nggak relevan," tegasnya.
Adi memastikan, secara realitas politik di DPR, tidak ada satu pun anggota dewan atau pimpinan fraksi yang bersuara lantang untuk melakukan pemakzulan.
Menurutnya, Gibran merupakan "wajah politiknya Jokowi" saat ini. "Terlepas dari kontroversinya, Gibran itu adalah representasi politik dari Jokowi.
"Pada saat bersamaan, Pak Dasco bukan hanya wakil DPR RI atau ketua harian DPP Partai Gerindra, tapi secara prinsip publik hari ini melihat Sufmi Dasco adalah representasi politik dari Prabowo Subianto," jelas Adi.
Terkait foto pertemuan yang diunggah ke publik, analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menduga ada maksud tertentu.
"Tapi kenapa foto ini akhirnya di-upload pasti karena ada intensi supaya jadi pembicaraan publik," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia