Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan: Ekonom Sebut Indonesia Alami Immiserizing Growth yang Memiskinkan Rakyat

- Minggu, 10 Mei 2026 | 23:50 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan: Ekonom Sebut Indonesia Alami Immiserizing Growth yang Memiskinkan Rakyat










MULTAMEDIA.COM - Data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen yang dirilis pemerintah baru-baru ini menuai keraguan dari banyak ekonom. Angka tersebut dinilai tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional saat ini.





Ekonom senior Prof. Ferry Latuhihin menegaskan bahwa pertumbuhan yang dianggap optimistis oleh pemerintah justru menyengsarakan rakyat. Fenomena ini dikenal dalam teori ekonomi sebagai immiserizing growth, yaitu pertumbuhan tinggi yang memiskinkan.





"Dengan sektor manufacturing yang terus menurun dari 30 persen ke 18 persen, itu sangat dahsyat. Yang terjadi dalam ilmu ekonomi disebut immiserizing growth. Pertumbuhan tinggi tapi memiskinkan," ujar Ferry dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin, 11 Mei 2026.





Apa Itu Immiserizing Growth?





Immiserizing growth adalah teori ekonomi yang dipopulerkan oleh Jagdish Bhagwati pada 1958. Teori ini menjelaskan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi (peningkatan PDB) justru menurunkan kesejahteraan negara. Hal ini terjadi ketika keuntungan ekspor hilang akibat penurunan drastis harga komoditas global.


Halaman:

Komentar

Terpopuler