Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan: Ekonom Sebut Indonesia Alami Immiserizing Growth yang Memiskinkan Rakyat

- Minggu, 10 Mei 2026 | 23:50 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Diragukan: Ekonom Sebut Indonesia Alami Immiserizing Growth yang Memiskinkan Rakyat





Contoh Nyata di Sulawesi





Ferry mencontohkan fenomena immiserizing growth yang pernah terjadi di Sulawesi terkait pertambangan nikel. "Pertumbuhan daerah itu 28 persen, 30 persen, bahkan 40 persen, tapi rakyatnya menderita. Karena pengotoran, sampah industri. Nelayan tidak bisa melaut, petani tidak bisa bersawah. Itulah yang disebut immiserizing growth," ungkapnya.





Deindustrialisasi Prematur





Fenomena ini juga ditandai dengan deindustrialisasi prematur. Menurut Ferry, penurunan sektor manufacturing dari 30 persen menjadi 18 persen sangat signifikan. "Manufacturing atau sektor pengolahan menciptakan value added dan tenaga kerja. Jika terus turun, pertumbuhan tinggi itu dinikmati oleh siapa?" tegasnya.





Ia juga menyoroti penurunan kelas menengah Indonesia dari 57 juta orang menjadi 46 juta orang. "Itu artinya rakyat semakin miskin," tandas Ferry.


Halaman:

Komentar

Terpopuler