Pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah mulai masuk secara bertahap ke pasar obligasi (bond market) untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sentimen investor. “Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund. Purbaya meminta dana sekitar Rp2 triliun setiap hari dialirkan ke pasar obligasi melalui cash management yang tersedia. Langkah ini diharapkan menciptakan sentimen positif dan mendorong investor asing kembali masuk.
Doa untuk Ekonomi yang Lebih Kuat
Selain menjalankan rukun Islam kelima, Purbaya berencana memanjatkan doa khusus agar perekonomian nasional tumbuh lebih cepat dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Ia optimistis bahwa dengan strategi yang tepat, termasuk mendorong peran sektor swasta sebagai motor penggerak, ekonomi Indonesia bisa semakin kuat.
Rapat ekonomi yang dihadiri Purbaya bersama Airlangga Hartarto, Bahlil Lahadalia, Rosan Roeslani, dan Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Keberangkatan Menkeu Purbaya ini menjadi sorotan karena bertepatan dengan tantangan ekonomi saat ini. Namun, ia menunjukkan sikap tenang dan tetap fokus pada tugas negara, sekaligus memanfaatkan ibadah haji sebagai momen spiritual untuk mendukung pemulihan ekonomi RI.
Semoga doa di Tanah Suci membawa berkah bagi stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun
PHK Massal TikTok: Karyawan Teknologi Tokopedia Tersisa 35 Orang, Operasional Pindah ke China
Indonesia Siap Terapkan B50 Mulai 2026: Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!