5. Tembakau
Industri rokok tertentu masih menggunakan tembakau impor, sehingga biaya produksi bisa meningkat saat rupiah melemah dan berimbas pada harga jual produk.
6. Susu
Kebutuhan susu, khususnya bahan baku susu bubuk, masih bergantung pada impor. Kondisi ini dapat memicu kenaikan harga produk olahan susu seperti susu kental manis dan susu bubuk.
7. Daging Sapi Impor
Pasokan daging sapi dari luar negeri cukup besar untuk memenuhi kebutuhan domestik. Pelemahan rupiah dapat menyebabkan harga daging sapi di dalam negeri ikut terdongkrak naik.
8. Bawang Putih
Hampir seluruh kebutuhan bawang putih dipenuhi dari impor, sehingga komoditas ini sangat sensitif terhadap perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
9. Ikan
Beberapa jenis ikan masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, terutama jenis tertentu yang tidak banyak diproduksi di dalam negeri.
10. Beras
Dalam kondisi tertentu, Indonesia masih melakukan impor beras untuk menjaga stok nasional. Jika rupiah melemah, biaya impor meningkat dan berpotensi memengaruhi harga beras di pasar.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok dalam waktu dekat seiring dengan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Artikel Terkait
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun
PHK Massal TikTok: Karyawan Teknologi Tokopedia Tersisa 35 Orang, Operasional Pindah ke China
Indonesia Siap Terapkan B50 Mulai 2026: Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!