Rupiah Anjlok ke Rp 18.000-an, BI Sebut Konflik Timur Tengah Jadi Penyebab Utama
Bank Indonesia (BI) secara resmi menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut saat ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini memberikan tekanan besar terhadap stabilitas mata uang Garuda di pasar global.
Konflik Timur Tengah Dorong Harga Minyak dan Tekan Rupiah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa memanasnya kembali konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia bertahan di level tinggi. Situasi ini meningkatkan risiko inflasi global dan memicu aksi jual besar-besaran oleh investor di negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai dengan fundamentalnya," ujar Destry pada Kamis, 4 Juni 2026.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang telah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS pada hari yang sama.
Data Terbaru: Rupiah Tembus Rp 18.023 per Dolar AS
Mengutip data Bloomberg pada Kamis (4/6/2026) pagi, nilai tukar rupiah tercatat berada di posisi Rp 18.023 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 57 poin jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan pada hari sebelumnya.
Strategi BI: Intervensi Pasar dan Penguatan Instrumen Moneter
Untuk menahan laju pelemahan rupiah, Destry menegaskan bahwa BI akan memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market. Langkah ini bertujuan untuk tetap menarik aliran modal asing masuk ke dalam instrumen aset domestik.
Intervensi yang berkesinambungan akan dilakukan secara konsisten melalui beberapa jalur, antara lain:
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS: Penyebab, Dampak, dan Prediksi Pelemahan Selanjutnya
Rupiah Tertekan ke Rp 17.858 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Tidak Wajar
Gaji ke-13 ASN 2026 Cair 2 Juni, Ini Besaran Lengkap Berdasarkan Jabatan dan Masa Kerja
Rupiah Tembus Rp 17.718 per Dolar AS, 10 Bahan Pangan Ini Terancam Naik Harga